Pendalaman Terapi Sholat Bahagia
Shalat secara bahasa bermakna doa, sedangkan secara istilah, sahalat
merupakan suatu ibadah wajib yang terdiri dari ucapan dan perbuatan yang
diawali dengan takbirotul ihram dan diakhiri dengan salam dengan rukun dan
persyaratan tertentu. Menurut hakekatnya, shalat ialah menghadapkan jiwa kepada
Allah SWT, yang bisa melahirkan rasa takut kepada Allah & bisa membangkitkan
kesadaran yang dalam pada setiap jiwa terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah
SWT. Tujuan dari shalat adalan menahan
diri dan mencegah diri dari perbuatan tercelah.
Rukun
Sholat: a. Niat, b. Berdiri bagi yang mampu,
c. Takbirotul ihram, d. Membaca Alfatihah, e. Ruku’, f. I’tidal, g. Sujud, h.
Duduk di antar dua sujud, i. Duduk tasyahud akhir, j. Membaca tasyahud akhir,
k. Salam.
Shalat bukan semata-mata gerakan yang harus dilakukan, tetapi juga ruh
yang hidup dari awal pelaksanaannya hingga sehari penuh. Jika dihayati shalat
memainkan peran dalam tubuh terutama dalam hal kesehatan jasmani maupun rohani.
jika shalat yang dilaksanakan disertai dengan kepasrahan total, dan peshalat
merasakan kehadiran Allah SWT yang mengambil semua masalah yang dihadapi dan
Emosi negatif bisa hilang dan berganti dengan energi positif. Jika seseorang
tersebut bisa melakukan shalat dengan khusyuk atau penuh dengan penghayatan,
maka ia akan dapat merasakan betapa dahsyatnya hikmah dalam shalat. Terapi
Shalat Bahagia dapat dimaknai sebagai terapi yang digunakan untuk menyelesaikan
masalah-masalah dalam kehidupan, baik Pelaksanaan Terapi Shalat Bahagia
dipengaruhi oleh penghayatan dan renungan pada setiap gerakan shalat: Pertama,
berdiri. Dalam posisi ini surat al-Fatihah yang wajib dibaca maka yang palig
utama diingat adalah inti dari surah al-Fatihah (syukur kepada Allah SWT.,
bimbingan AllahSWT., dan ketahanan Iman). Kedua, rukuk. Pada posisi ini umat muslim membungkukkan jiwa
dan raga untuk menyatakan hormat terhadap perintah dan kebesaran Allah dan
kesediaan untuk “dipenggel lehernya” di jalan Allah (tunduk pada kehendak Allah
dan menurut kepada semua perintah Allah). Ketiga, bangkit dari rukuk.
Dalam posisi ini ada dua filosofi yakni; hak pujian dan takdir. Keempat, sujud.
Adalah posisi paling agung dalam shalat setelah rukuk. Ada tiga pokopenting
yang harus dihayati ketika sujud (maaf, sinar Allah serta jiwa dan raga). Keempat,
Duduk Antara Dua Sujud, dari segi isinya doa dalam posisi ini dalah yang plaing
lengkap, mencakup kebutuhan dunia dan akhirat. Kelima, tasyahud. Posisi
duduk ini disebut sebagai tasyahud karena didalamnya ada bacaan syahadat
sebagai ikrar keimanan (shalawat, persaksian dan tawakkal).masalah yang
menyerang tubuh maupun pikiran.
Pelaksanaan Terapi Shalat Bahagia dipengaruhi oleh penghayatan
dan renungan pada setiap gerakan shalat:
Pertama,
berdiri. mengawali takbir,
kemudian kita membaca surat Al-Fatihah, bacaan yang wajib dibaca dan jika tak
dibaca maka gugurlah shalat seseorang. Sebelum membaca Al-Fatihah alangkah
baiknya jika kita awali dengan membaca doa iftitah, sebab kita perlu
membersihkan diri dari dosa sebelum membaca doa-doa shalat selanjutnya. Setelah
selesai membaca doa iftitah kita mulai membaca surat Al-Fatihah dengan mengawali
ta’awwudz pembuka surat, kemudian basmalah yang menjadi salah
satu ayat dalam Al-fatihah. Surat Al-Fatihah terdiri dari 7 Ayat, turun di
Makkah, olehnya disebut surat makkiyah. Adapun arti ayat-ayat dalam surat Al- Fatihah
adalah sebagai berikut; (1) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (3) Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang. (4) Yang menguasai hari pembalasan. (5) Hanya
kepada
Engkaulah
kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (6)
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah
Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan
bukan pula (jalan) orang yang sesat. Al-Fatihah mengandung tiga poin penting
yang harus direnungkan dan diamalkan ketika membacanya. Ketiga poin ini di dalam
buku Profesor Ali Aziz dikupas dengan mengambil intisari dalam surat
Al-Fatihah, yaitu:
a.
Syukur kepada Allah SWT Selama jantung berdetak selama itu pula nikmat Allah
SWT, mengalir. Setiap detik Allah SWT sibuk mengurus hamba-Nya, maka seharusnya
setiap detik seorang hamba wajib mengingat dan mensyukuri nikamt-Nya. Dalam
posisi beridir ini, sebagai seorang hamba, ingatlah semua nikmat itu dan
syukrurilah. Sebutkan satu per satu nikmat besar Allah yang telah Anda terima.
Menunduklah untuk berterima kasih kepada-Nya. Bimbingan Allah SWT.
b.
Bimbingan Allah SWT Kita memohon bimbingan agar tetap berada di jalan yang lurus
(shirothal mustaqim). Kita membutuhkan petunjuk (hidayah) Allah, sebab kita
tidak bisa menemukan kebenaran dengan akal semata.
c.
Ketahanan Iman, Iman seorang manusia selalu naik turun. Kita memohon ketahanan
iman agar menjadi hamba yang dirahmati-Nya. Setiap detik setan membolak balik
seorang dari jalan yang benar dan tidak akan berhenti sampai seorang hamba
sampai mendapatkan murka Allah atau bahkan menjadi orang yang sesat.
Ketiga
point tersebut disingkat dengan SUBHAN (Syukur, Bimbingan, dan Ketahan Iman).
Kedua, rukuk. Pada posisi ini
umat muslim membungkukkan jiwa dan raga untuk menyatakan hormat terhadap
perintah dan kebesaran Allah dan kesediaan untuk “dipenggel lehernya” di jalan Allah
(tunduk pada kehendak Allah dan menurut kepada semua perintah Allah). Poin yang
ada di dalam rukuk hanya dua, yakni Tunduk dan Menurut.
1)
Tunduk Kepada Allah SWT, Kita tunduk dan menerima semua yang diputuskan kepada kita
dengan ridha dan senang hati. Dalam posisi ini, kita sedang membungkuk dengan
perasaan hina, kecil, dan bodoh di hadapan Allah SWT.
2)
Menurut sepenuhnya kepada perintah Allah, Kita berikrar untuk menurut dan
sekaligus memohon ampunan atas ketidaktaatan yang pernah dilakukan.
Kedua
point tersebut disingkat dengan TURUT (Tunduk dan Menurut).
Ketiga, Gerakan selanjutnya
setelah rukuk adalah berdiri tegak (i’tidal) dengan mengucapkan sami’allahu
liman hamidah (Allah Maha Mendengar orang yang memujinya).
a.
Hak Pujian. Segala puji hanya untuk Allah, Yang Maha Kuasa, Maha Menguasai
langit, bumi, dan semua isinya. Dia-lah yang berhak dipuji, tidak boleh kita
memuji selain Dia, melebihi kita memuji- Nya. Dan kita tak boleh mengharapkan
pujian dari orang lain, dalam pekerjaan apapun yang kita lakukan. Yang paling
berhak untuk dipuji hanya Allah semata, maka semua ibadah yang kita lakukan
harus dilandaskan atas dasara keihlasan dan hanya mengharap ke-ridhaan-Nya.
Mengharap pujian selain kepada- Nya, di samping merusak keimanan, juga menjadi
sumber kegelisahan di kemudian hari.
b.
Takdir Allah. Tidak ada yang di dunia ini kecuali dengan kehendak-Nya. Jika Ia
berkehendak tak ada satupun makhluk yang bisa menghalangi. Maka apapun
keputusan yang ditentukan, kita mesti menerimanya. Karena keputusan baik
ataupun buruk adalah keputusan dari-Nya.
Kedua
point tersebut disingkat dengan HADIR (Hak pujian dan Takdir Allah).
Keempat, sujud. Adalah posisi
paling agung dalam shalat setelah rukuk. Dengan sujud, seorang muslim
menunjukkan kehinaan di hadapan Allah SWT, mengingat diri akan empat tahap
perjalanan menuju Allah. Dalam sujud, seorang hamba membaca tahmid dan tasbih.
Ini berarti dalam beribadah penyucian harus didahulukan daripada pemujian. Ada
tiga pokok penting yang harus dihayati ketika sujud (maaf, sinar Allah serta
jiwa dan raga).
1)
Maaf, seorang muslim memohon maaf atau ampunan Allah atas semua dosa-dosa yang
telah diperbuat, dosa diri sendiri, keluarga dan kedua orang tua.
2)
Sinar Allah SWT, memohon sinar Allah SWT, untuk hati, mata, telinga, lisan dan
semua anggota badan, agar agar kita bisa menjalankan semua perintah Allah dan
meningalkan larangan-Nya dengan mudah.
3)
Jiwa dan Raga, sadar bahwasanya sepenuhya jiwa dan raga ada di dalam genggaman
Allah SWT. Dengan kekuasaan-Nya, Allah SWT, bisa melakukan apa saja terhadap
diri kita. Oleh sebab itu, kita pasrahkan sepenuhnya jiwa dan raga, hidup-mati,
sehat-sakit, kaya miskin. Dan semua persolalan kepada Allah SWT. Seorang hamba
berikhtiar dengan maksimal apa yang menjadi keinginannya, sedangkan hasilnya
diserahkan kepada Allah SWT.
Ketiga
point di atas disingkat dengan MASJID (Maaf, Sinar, dan Jiwa dan Raga).
Kelima, Duduk Antara Dua
Sujud, dari segi isinya doa dalam posisi ini adalah yang paling lengkap,
mencakup kebutuhan dunia dan akhirat yaitu ampunan, kasih sayang,
kesejahteraan, dan keimanan. Berdasarkan beberapa doa dalam posisi ini, ada
empat permohonan penting kepada Allah, yaitu:
a.
Ampunan, yaitu ampunan Allah atas semua dosa. Hampir tidak ada hari kita lewati
tanpa dosa. Tanpa ampunan Allah SWT, seorang muslim menjadi manusia paling
sengsara di akhirat.
b.
Kasih sayang, yaitu kasih sayang (rahmat) Allah SWT. Ampunan Allah SWT, selalu
berkaitan dengan kasih-Nya. Keduanya menjadi penentu masa depan dunia dan
akhirat.
c.
Sejahtera, yaitu terpenuhinya kebutuhan hidup (jasmani dan rohani).
d.
Iman, yaitu keimananyang kokoh dan petunjuk godaan duniawi yang semakin
beragam. Seorang muslim sangat membutuhkan penguatan iman dan limpahan hidayah
dari Allah.
Keempat
poin di atas disingkat dengan AKSI (Ampunan, Kasih sayang, Sejahtera, dan
Iman).
Keenam, tasyahud. Posisi
duduk ini disebut sebagai tasyahud karena didalamnya ada bacaan syahadat
sebagai ikrar keimanan “tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah
SWT.” Dengan keimanan yang benar, orang berimann akan menjalankan perintah
Allah bukan sebagai beban tapi sebuah kebutuhan, menerima apapun takdir Allah
SWT SWT, dengan ikhlas, ridha dan senang hati, serta bertawakkal kepada Allah
SWT. Ada tiga pokok penting yang harus dihayati ketika tasyahud adalah :
1.
Shalawat. Shalawat dan salam diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai
ungkapan terima kasih atas jasa Nabi Muhammad SAW, yang mengenalkan Allah
kepada umatnya dan membimbing cara beribadah kepada-Nya.
2.
Persaksian Bersaksi atau berikrar “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad
utusan Allah”, memohon kepada Allah agar tetap menjalankan perintah Allah dan
Rasul-Nya sepanjang hidup dan mati dengan keimanan yang sempurna.
3.
Tawakkal. Menyerahkan sepenuhnya apapun hasil yang diberikan Allah SWT, setelah
ikhtiar yang maksimal. Memasrahkan juga hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin,
dan semua persoalan kepada Allah SWT.
Ketiga
point tersebut disingkat dengan SOSIAL (Sholawat, Persaksian dan Tawakkal).
Tujuan
dari adanya terapi shalat bahagia ini, agar kita sadar bahwa selama ini
kualitas shalat kita masih kurang. Tak perlu jauh untuk memahami satu-satu bacaan
kita, untuk jelas dan sadar dalam membaca ayat demi ayat aja terkadang kita
teledor. Kemudian kita belum sadar bahwa shalat adalah sebuah alat, alat yang
dapat kita gunakan untuk meraih kebahagian, namun karena kita belum mengerti
bagaimana cara yang baik dalam menggunakan alat itu maka fungsi tool tersebut berkurang,
bahkan tidak ada. Dengan hadirnya terapi shalat ini, maka tujuannya adalah agar
kita sadar dan dapat meraih kebahagiaan melalui shalat yang selama ini kita
lakukan.
Terapi
Shalat Bahagia dapat dimaknai sebagai terapi yang digunakan untuk menyelesaikan
masalah-masalah dalam kehidupan, baik Pelaksanaan Terapi Shalat Bahagia
dipengaruhi oleh penghayatan dan renungan pada setiap gerakan shalat. Tujuan dari
adanya terapi shalat bahagia ini, agar kita sadar bahwa selama ini kualitas
shalat kita masih kurang. Tak perlu jauh untuk memahami satu-satu bacaan kita,
untuk jelas dan sadar dalam membaca ayat demi ayat aja terkadang kita teledor.
Kemudian kita belum sadar bahwa shalat adalah sebuah alat, alat yang dapat kita
gunakan untuk meraih kebahagian, namun karena kita belum mengerti bagaimana cara
yang baik dalam menggunakan alat itu maka fungsi alat tersebut berkurang,
bahkan tidak ada. Dengan hadirnya terapi shalat ini, maka tujuannya adalah agar
kita sadar dan dapat meraih kebahagiaan melalui shalat yang selama ini kita
lakukan.
Komentar
Posting Komentar